Berita Otomotif

Pasang Stiker Nama Keluarga di Kaca Mobil Berujung Denda, Kok Bisa?

Pasang Stiker Nama Keluarga di Kaca Mobil Berujung Denda, Kok Bisa?

Pasang Stiker Nama Keluarga di Kaca Mobil Berujung Denda, Kok Bisa?

Seorang pengemudi mobil di Uttar Pradesh, India, harus mengalami hukuman denda uang lantaran memasang stiker nama keluarga di kaca belakang mobil. Pengemudi berikut didenda sebesar Rs 5.000 atau setara Rp 952 ribu.

Dilansir berasal dari Cartoq, Kepolisian India sebetulnya memberlakukan disiplin ketat kepada para pengendara di semua negara bagian. Salah satu peraturan yang ditegakkan adalah larangan menampilkan identitas di kendaraan, layaknya nama kasta, nama keluarga, atau posisi berpengaruh layaknya Walikota dan Polisi.

Polisi UP (Uttar Pradesh) telah menjadi menerapkan peraturan berikut sejak awal pekan ini. Hasilnya, seorang pengemudi mobil yang sedang memarkirkan kendaraannya di kantor pemerintah, meraih challan dan didenda sebesar Rs 5.000 (Rp 952 ribu) dikarenakan melanggar peraturan itu.

Pengemudi mobil berikut merupakan seorang petugas manure officer (RMO) berasal dari Maharajanj. Mobil itu punya stiker bertuliskan ‘Shrineet’ yang artinya adalah sebuah nama kasta.

Petugas RMO yang mengemudikan kendaraan berikut mengatakan bahwa mobil berikut bukan miliknya, tapi punya bagian keluarga. Petugas berikut mengatakan bahwa dia menempelkan stiker kasta dikarenakan banyak rekannya yang jalankan perihal serupa.

Dia sendiri mengaku tidak mengerti perihal terdapatnya larangan semacam itu. Dia juga memberikan bahwa kalau mengerti perihal larangan semacam itu, dia akan menghapus stiker itu sendiri. Setelah mendapati dirinya ditilang, dia menghormati hukuman denda tersebut.

Aturan ini telah disosialisasikan pada 24 Desember. Sejak itu, polisi telah mengeluarkan banyak larangan di semua negara bagian. Aturan baru berikut nampak setelah Harshpal Prabhu berasal dari Maharashtra menulis surat kepada pejabat Perdana Menteri awal tahun ini. Surat itu mempersoalkan nama kasta kala dihadirkan di depan umum, yang dianggap berpotensi menciptakan kejahatan berbasis kasta di jalanan. Meski tak ada perintah formal berasal dari pemerintah kepada Polisi UP, surat itu jadi viral di internet, dan departemen transportasi UP menentukan untuk menindaklanjutinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *